Senin

RASA PERCAYA DIRI

Hadi Wahono

Percaya diri adalah keyakinan yang dimiliki oleh seseorang bahwa dia mampu melakukan sesuatu, menyelesaikan masalah, merasa dirinya menarik, atau paling tidak tidak membosankan bagi orang lain. Rasa percaya diri penting untuk meraih keberhasilan, untuk meraih mimpi yang telah kita bangun. Tanpa rasa percaya diri orang akan ragu-ragu untuk melangkah, akan ragu atau bahkan takut untuk membuat keputusan, akan takut mengalami kegagalan, dan sebagainya hingga mengakibatkan orang tersebut menjadi tidak pernah berani melangkah untuk meraih mimpi-mimpinya. Bahkan, perasaan tidak percaya diri dapat menimbulkan image buruk pada diri sendiri, seperti merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu, merasa dirinya jelek, tidak menyenangkan, bahkan membosankan bagi orang lain, takut membuat keputusan, bahkan takut untuk bermimpi sekalipun. Image buruk tentang diri sendiri ini membuat orang semakin sulit bergaul, karena merasa tak layak bergaul dengan orang-orang yang dia anggap pintar, sementara dia merasa bodoh, tidak berani berpendapat karena merasa dirinya tidak memiliki cukup pengetahuan, merasa dirinya jelek sehingga tidak berani mendekati seorang gadis yang sebetulnya menarik perhatiannya, dan sebagainya. kondisi demikian jelas tidak mendukung kita untuk mencapai keberhasilan, untuk menggapai mimpi-mimpi kita, karena keberhasilan membutuhkan keberanian untuk melangkah, untuk membuat keputusan, untuk berhubungan dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan strata sosial dan ekonomi.
Untuk meraih keberhasilan dibutuhkan keberanian untuk melangkah, bahkan berani untuk gagal. Orang yang tidak percaya diri akan merasa dunia telah kiamat ketika mengalami kegagalan. Mereka akan segera menyerah begitu mengalami kegagalan. Sementara, orang yang percaya diri, yang berani mengalami kegagalan, melihat kegagalan sebagai pelajaran untuk menjadi lebih maju lebih baik dalam mengejar mimpi. Kegagalan akan mereka lihat sebagai kesalahan dalam melangkah atau kesalahan perhitungan, karena itu perlu di kaji, dimana letak kesalahannya, apa yang menyebabkan kegagalan, dan kalau telah ditemukan, segera bangkit kembali dan menggunakan hasil kajian sebagai pelajaran dalam melangkah kedepan.
Hilangnya rasa percaya diri seringkali akibat kita membandingkan diri kita dengan orang lain, dimana kita melihat orang lain yang berhasil ternyata lebih pandai dari kita, atau lebih kaya atau berasal dari keluarga tingkat atas sehingga sudah punya modal selain berupa uang juga berupa hubungan dengan para pengusaha, para pembuat keputusan, atau kita melihat orang lain lebih tampan, lebih menarik, suatu kondisi yang mendukung pengembangan hubungan dengan orang banyak, dan sebagainya. Membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain hanya akan merugikan rasa percaya diri kita, membuat kita menjadi semakin merasa rendah diri, seolah-olah orang lain lebih pandai, lebih cerdas dari kita, lebih berkompeten, dan sebagainya. Padahal, dalam hal-hal tertentu mungkin saja orang lain yang menjadi pembanding diri kita betul-betul lebih menguasai dari pada kita. Tetapi tidak berarti dalam segala hal orang tersebut lebih baik dari kita, karena dalam bidang lain mungkin saja kita jauh lebih baik dari mereka. Karena itu, kebiasaan kita untuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain harus dihentikan, karena tidak akan ada gunakanya kecuali akan membuat kita semakin merasa rendah diri. Lebih baik kalau kita berkonsentrasi pada apa yang seharusnya kita lakukan, memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki, belajar mengenai apa yang perlu di pelajari.
Mimpi kita, karena yang namanya mimpi memang sesuatu yang hanya bisa dicapai dalam jangka panjang,l yang bahkan mungkin hampir-hampir tak pernah bisa tercapai sepenuhnya. Kita yang seusia dengan saya tentunya ingat istilah yang sering dilontarkan oleh Bung Karno mengenai pentingnya mimpi dengan mengajarkan agar kita menggantungkan cita-cita kita setinggi bintang-bintang di langit. Betapa tingginya mimpi tersebut. Tetapi, yang namanya mimpi memang selalu tinggi, selalu merupakan pandangan yang sangat jauh kedepan. Karena itu, orang yang kurang percaya diri seringkali takut untuk bermimpi. Mungkin, kita juga menjadi merasa berat (Jawa: awang-awangen) dalam meraih mimpi. Apakah mungkin? Untuk membuat kita tidak sekedar awang-awangen, maka kita harus mulai konsentrasi pada langkah-langkah jangka pendek (yang bisa dicapai dalam waktu tidak lebih dari satu tahun). Dengan berkonsentrasi pada langkah-langkah jangka pendek sesuai dengan yang telah kita rencanakan, tanpa terasa kita akan mengalami banyak kemajuan dan semakin mendekat pada mimpi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar