Rabu

MEMAHAMI KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI


Hadi Wahono


Mimpi adalah suatu keinginan yang hanya bisa dicapai dimasa depan. Apa-apa yang telah kita capai, atau bisa kita capai dalam satu dua bulan atau satu dua tahun, bukan mimpi. Dalam terminology perencanaan, mimpi biasa disebut sebagai visi. Visi adalah bayangan kita tentang masa depan, baik bayangan mengenai diri kita atau (biasanya merupakan visi organisasi kemasyarakatan atau partai politik) bayangan tentang masyarakat atau negara dimasa depan. Sebagai sebuah bayangan, sebagai angan-angan, betapa realistisnya angan-angan tersebut, dia hanya bisa dicapai dimasa depan yang panjang.
Karena mimpi kita merupakan mimpi dimasa depan yang panjang, maka untuk mencapainya kita perlu merencanakan apa yang akan kita lakukan, kegiatan mana yang harus didahulukan, apa yang akan kita capai pada tahun ini, pada dua tahun mendatang, dan sebagainya. Dengan perencanaan yang baik, kegiatan keseharian kita akan bisa lebih terarah, pembagian waktu untuk berbagai kegiatan keseharian kita bisa kita lakukan dengan baik. Dengan adanya perencanaan yang baik, kita bisa menilai kemajuan yang telah kita capai, mengetahui dimana kegagalan kita, apa penyebabnya, dan kemudian bagaimana mengatasinya.
Namun demikian, sebelum membuat perencanaan, kita perlu memahami kekuatan dan kelemahan kita dan kesempatan maupun hambatan yang akan kita hadapi didalam upaya kita mewujudkan mimpi kita. Dalam terminology perencanaan, kegiatan ini biasanya disebut sebagai analisis SWOT, yang merupakan kependekan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan), and Threat (ancaman). Yang dimaksud dengan kekuatan didalam SWOT adalah berbagai hal yang saat ini telah kita miliki yang menjadi persyaratan untuk mewujudkan impian kita. Berbagai hal yang saya maksudkan tersebut adalah berbagai kebutuhan, baik material, pengetahuan, hubungan, dan sebagainya yang diperlukan untuk mewujudkan impian kita. Sebagai contoh, kalau cita-cita atau impian kita dibidang computer, kita memiliki latar belakang pendidikan dibidang tersebut, atau paling tidak, karena kita memang menyukai bidang computer, kita telah memiliki pengetahuan dasar yang cukup mengenai computer dan berbagai hal yang berhubungan dengan computer, dan sebagainya.
Yang dimaksud dengan kelemahan dalam SWOT adalah berbagai hal yang merupakan persyaratan dalam mewujudkan impian kita, yang saat ini tidak atau belum kita miliki. Sebagai contoh, walaupun kita telah memiliki pengetahuan dasar computer, tetapi pengetahuan tersebut jelas tidak cukup, sehingga kita perlu memperdalam pengetahuan kita hingga tingkat yang sangat canggih, kita tidak memiliki latar belakang pendidikan computer, sehingga banyak hal harus kita mulai dari awal, atau kita harus menempuh pendidikan dibidang tersebut, dan sebagainya.
Sedang yang dimaksud dengan kesempatan adalah situasi luar, situasi dan kondisi lingkungan kita, yang menguntungkan atau memudahkan kita untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan atau berbagai kemudahan dalam kita mewujudkan impian kita. Sebagai contoh, kita sedang bekerja dibidang yang menjadi impian kita, keahlian yang kita butuhkan untuk kita perdalam memang merupakan kebutuhan ditempat dimana kita bekerja, kita mempunyai hubungan baik dengan pimpinan ditempat kita bekerja, dan dari pengamatan kita pimpinan kita sangat mendukung bila ada stafnya yang ingin kuliah lagi, khususnya dibidang yang dibutuhkan oleh tempat dimana kita bekerja, dan sebagainya. Berbagai factor lingkungan tersebut akan memungkinkan tempat kita bekerja mengijinkan kita untuk sesekali keluar untuk mengikuti kuliah atau kursus, bahkan mungkin malah memberi dorongan moral agar kita lebih bersungguh-sungguh didalam memperdalam pengetahuan kita tersebut dan memberi kesempatan pada kita untuk mengekspresikan kemampuan kita. Berbagai peluang inilah yang disebut sebagai opportunity.
Sementara, yang disebut sebagai ancaman adalah situasi dan kondisi diluar diri kita, situasi dan kondisi lingkungan kita yang tidak mendukung upaya kita untuk mewujudkan impian kita. Sebagai contoh, kita sudah mempunyai keluarga yang membutuhkan banyak biaya dan waktu untuk memberi perhatian kepada keluarga kita, sementara isteri kita sulit mengerti apa yang menjadi cita-cita kita. Kondisi ini menjadi ancaman, manakala untuk mengatasi kelemahan kita kita membutuhkan waktu yang akan menyita waktu kita untuk memperhatikan keluarga kita, misalnya kita perlu mengikuti kuliah lagi, khususnya kuliah diluar jam kerja, untuk kuliah ternyata biayanya sangat mahal, sementara dilingkungan kita tidak ada kursus computer yang sesuai dengan kebutuhan kita (pengetahuan mendalam mengenai pemrograman misalnya), dan sebagainya.
Berdasarkan analisis SWOT ini kita bisa menentukan apa yang perlu kita laksanakan terlebih dahulu, bagaimana melaksanakannya, berapa waktu yang dibutuhkan, apa yang bisa kita capai dalam waktu tertentu, dan sebagainya.

Untuk bisa melakukan analisis SWOT terlebih dahulu kita harus memahami apa persyaratan atau kebutuhan yang harus ada untuk mewujudkan impian kita. Dari memahami persyaratan untuk mencapai mimpi kita, kita bisa menentukan apa-apa yang sudah kita miliki, apa-apa yang belum kita miliki, menentukan situasi lingkungan yang berupa  apa yang merupakan factor pendukung atau kesempatan bagi kita untuk meraih mimpi kita, dan factor lingkungan apa saja yang merupakan ancaman atau yang kemungkinan akan menghambat usaha kita untuk meraih mimpi kita. Dengan memahami berbagai factor tersebut kita akan dapat membuat perencanaan dalam kita menapaki hidup kita, sehingga paling tidak lima puluh persen waktu dalam hidup kita bisa kita arahkan pada kegiatan-kegiatan dalam rangka untuk mencapai mimpi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar