Hadi Wahono
"I Have A Dream"
ABBA
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream
Kita seringkali mendengar ucapan orang mengenai kehidupan, dimana menurut mereka, biarkan kehidup ini berjalan mengalir saja. Memiliki mimpi akan membuat kita stress atau paling tidak membuat kita tidak dapat menikmati kehidupan ini. Menurut saya, pernyataan demikian salah. Sebagaimana ABBA dalam lagunya yang berjudul I have a Dream tersebut diatas, mereka menyatakan mempunyai mimpi, yang menolong mereka dalam mengatasi segala hal, dan mimpi dan fantasi mereka menolong mereka untuk menjalani realitas (kehidupan).
Orang yang tak mempunyai mimpi dalam hidupnya akan mengakibatkan hidupnya tak jelas arahnya, hingga suatu saat kita akan mengalami kehidupan yang sesungguhnya tidak kita kehendaki, yang sama sekali berada diluar bayangan kita tentang hidup yang wajar. Dalam keadaan demikian, justru stress, kecewa, dan putus asa akan menyelimuti hidup kita. Karena itu, mimpi tentang keberhasilan, tentang apa yang ingin kita raih dalam hidup ini menjadi sangat penting.
Yang sering
menjadi permasalahan dengan mimpi adalah bahwa mimpi kita tidak jelas, mimpi
yang sangat kabur, misalnya mimpi untuk menjadi orang kaya, orang terhormat,
mimpi untuk menjadi pejabat public, mimpi untuk menjadi pengusaha besar, dan
sebagainya. Mimpi demikian bukan mimpi yang jelas, bahkan cenderung seperti
angan-angan kosong disiang bolong. Permasalahan yang kedua, mimpi kita (karena
tidak jelas) sama sekali tidak bisa mengarahkan hidup kita dengan arah yang
jelas, sehingga sulit bagi kita untuk melakukan persiapan dan usaha untuk
mewujudkannya. Karena mimpi yang tidak diusahakan untuk diwujudkan hanya akan
menjadi angan-angan yang tak berkesudahan. Karena itu, mimpi kita harus jelas,
harus spesifik, sehingga bisa mengarahkan kegiatan kita, kehidupan keseharian
kita, dalam rangka mencapai mimpi. Mimpi yang jelas, yang bisa memberi arah
pada kehidupan kita, itulah yang menghidupi kita. Mimpi demikian akan
menyemangati kehidupan kita, memberi arah yang jelas kemana kita melangkah, apa
yang harus kita kerjakan, apa yang harus kita dahulukan, dan sebagainya.
Kita juga
seringkali mendengar komentar orang tentang keberhasilan, dimana (hampir
selalu) keberhasilan diukur dengan kekayaan. Si A sekarang sudah berhasil, dia
sudah kaya, sudah punya dua rumah mewah,
sudah punya dua mobil mewah untuk dirinya sendiri, dan isteri dan anak-anaknya
masing-masing diberi mobil mewah, dan sebagainya. Ukuran demikian yang sering
membuat banyak orang menjadi salah jalan, menjadi koruptor, menjadi pengusaha
yang menghalalkan segala cara demi meraih keuntungan besar, dan sebagainya. Keberhasilan
yang diukur dengan kekayaan inilah yang membuat banyak anggota masyarakat kita yang
mengesampingkan moral dan etika demi meraih keberhasilan yang berupa kekayaan. Keberhasilan
yang diukur dengan kekayaan ini yang membuat orang-orang yang jujur, yang
bekerja dengan bersungguh-sungguh, yang berdedikasi tinggi, menjadi orang-orang
yang tak terhormat, yang dipandang sebagai
mahluk langka, mahluk yang sudah tidak sesuai dengan jamannya lagi.
Karena itu, disini saya tidak akan mengukur keberhasilan dengan kekayaan. Kekayaan,
kalau itu menghampiri hidup kita, hanya merupakan side effect dari keberhasilan
kita, bukan tujuan hidup kita.
Dari gambaran
sederhana diatas, nampak bahwa kita harus mempunyai mimpi tentang keberhasilan
dalam hidup kita, dan keberhasilan yang kita impikan tersebut harus jelas,
harus bisa diukur tingkat capaiannya, dan harus mampu membimbing kita didalam
melangkah dalam menapaki kehidupan ini. Keberhasilan yang menjadi mimpi kita
tersebut juga tidak perlu diukur dengan uang, dengan kekayaan, yang seringkali
membawa kita pada arah yang salah, bahkan bisa berakhir di hotel prodeo, alias
penjara.
Mimpi
keberhasilan yang saya maksudkan tersebut misalnya, mimpi untuk menjadi
pengusaha yang mampu membuat pabrik computer yang baik dan yang berkelas, tetapi
yang murah, yang dapat dijangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,
tetapi yang kualitasnya tak kalah dengan computer buatan pabrik-pabrik besar yang
telah mendunia. Mimpi demikian merupakan mimpi yang jelas, yang dapat
mengarahkan hidup kita, misalnya kita harus dengan bersungguh-sungguh
mempelajari dan mendalami seluk beluk computer, baik software maupun terutama hardware,
harus terus mengikuti perkemabangan computer di dunia. Dengan demikian, kita
bisa menentukan, seberapa besar atau berapa persen jam yang harus kita gunakan
untuk mempelajari segala segi computer dalam seminggu, dan berapa bagian atau
berapa persen hidup kita untuk kegiatan lain.
Mimpi mempunyai
pabrik computer tampak seperti mimpi disiang bolong, yang akan membuat hidup
kita menjadi tidak jelas, tidak karu-karuan. Tetapi sesungguhnya tidak
demikian. Meskipun saat ini kita tidak memiliki uang yang cukup, bahkan yang
sangat jauh dari cukup untuk mewujudkan mimpi kita, tetapi dimasa depan, keadaannya
bisa jadi sangat berbeda.
Ketika kita
mempunyai mimpi, kita akan dengan penuh semangat mempelajari seluk beluk computer,
tidak hanya sampai pada tingkat mengerti, memahami, atau bisa, tetapi sampai
tingkat ahli. Hal ini penting kalau kita melangkah dari ketiadaan modal. Bagi
mereka yang bermodal, tentu saja keahlian yang canggih tidak dibutuhkan, karena
dia bisa merekruit orang untuk segera memulai usahanya begitu dia memahami
seluk beluk computer. Tetapi bagi kita yang tidak dikaruniai modal yang cukup
besar, yang harus memulai segalanya dari kecil dan oleh diri sendiri, kita
harus betul-betul menjadi ahli.
Bagi kita yang
tidak memiliki modal besar untuk segera mewujudkan mimpi kita, maka mimpi kita
harus kita lihat sebagai mimpi jangka panjang. Mungkin selama kita
mempersiapkan diri kita untuk meraih mimpi, tetapi kita telah memiliki
pengetahuan dan ketrampilan yang baik mengenai computer baik hardware maupun
software, kita bisa mulai membuka usaha kecil-kecilan yang berhubungan dengan computer,
misalnya bengkel computer, atau mungkin membuka kursus computer, atau penyedia
jasa pengelolaan website, dan sebagainya. Di dunia informasi saat ini, sangat
banyak pekerjaan yang berkaitan dengan computer. Kalau kita sudah memiliki
pekerjaan tetap, selama pekerjaan kita dibidang computer belum memberi
penghasilan yang cukup, maka untuk tidak mengabaikan nasib dan kehidupan
keluarga kita, kita bisa melakukannya sebagai kerja sambilan. Barulah kalau
pekerjaan itu memberi penghasilan yang memadai, kita bisa melepas pekerjaan
lain dan berkonsentrasi pada pekerjaan yang berhubungan dengan computer.
Kalau kita
memang menguasai masalah seluk beluk computer dengan baik dan kita bekerja
dengan jujur, maka bisa dipastikan pelanggan akan pelayanan kita akan banyak,
dan dengan pekerjaan tersebut ditambah dengan terus menerus memperdalam ilmu
kita yang didorong oleh mimpi kita tersebut, bisa dipastikan usaha kita akan
semakin membesar, yang berarti semakin mendekatkan kita pada mimpi kita. Dengan
usaha keras, kerja keras, kemauan untuk terus memperdalam pengetahuan kita yang
berhubungan dengan mimpi kita, kejujuran dan kesungguhan, mimpi kita tidak
hanya akan menjadi khayalan disiang bolong, tetapi akan menjadi kenyataan,
walaupun harus diperjuangkan dalam jangka panjang. Tak ada keberhasilan yang
diperoleh secara tiba-tiba seperti mendapatkan durian runtuh. Keberhasilan
adalah hasil perjuangan yang tak kenal menyerah.
Contoh diatas adalah contoh yang diambil agak sembarangan. Dalam kenyataan kehidupan kita, pilihan mimpi kita tentunya tidak dilakukan secara serampangan begitu saja. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti misalnya kalau kita sudah bekerja, apakah mimpi kita sebaiknya mimpi yang sama sekali berada diluar pekerjaan kita yang sekarang, atau yang ada hubungannya dengan pekerjaan kita yang sekarang. Bagi saya, tentu saja akan memilih mimpi yang berhubungan dengan pekerjaan saya yang sekarang, misalnya menjadi ahli dalam bidang yang saat ini sedang saya geluti. Untuk menjadi ahli dalam bidang yang saat ini sedang kita geluti pasti akan lebih mudah dibandingkan dengan memimpikan sesuatu yang baru, karena bagaimanapun juga kita telah memiliki dasar pemahaman yang cukup, dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas kita, kita punya kesempatan untuk mendalaminya melalui praktek pekerjaan, dan sebagainya.
Mungkin orang akan berdalih bahwa pekerjaannya saat ini tidak mempunyai prospek. Menurut saya, tidak ada keahlian dalam suatu bidang pekerjaan yang tidak mempunyai prospek. Sebagai contoh, kalau saat ini kita bekerja sebagai mandor (pengawas) disebuah pabrik yang memproduksi barang tertentu, kita bisa mendalami masalah menejemen organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan sumberdaya manusia. Dengan meningkatnya keahlian kita, tentunya perusahaan akan memanfaatkan keahlian kita, dan hal ini berarti karier kita juga meningkat. Kalaupun setelah kita menjadi semakin ahli dalam bidang-bidang tersebut, tetapi perusahaan tetap tidak memanfaatkan keahlian kita, maka kita bisa memanfaatkan keahlian kita sebagai penulis, sebagai pelatih (banyak perusahaan yang membutuhkan pelatih-pelatih handal untuk pegawainya) dan lain-lain. Dalam hal ini kita akan menjadi pelatih yang handal, karena kita tidak hanya ahli didalam teori, tetapi juga memiliki segudang pengalaman dalam bidang tersebut.
Belajar sambil bekerja, apalagi dalam bentuk mengikuti kuliah-kuliah atau pelatihan-pelatihan khusus memang membutuhkan tenaga dan kemauan yang ekstra keras. Tetapi memang hanya dengan kerja keras dan kemauan keraslah mimpi kita dapat kita raih.
Contoh diatas adalah contoh yang diambil agak sembarangan. Dalam kenyataan kehidupan kita, pilihan mimpi kita tentunya tidak dilakukan secara serampangan begitu saja. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti misalnya kalau kita sudah bekerja, apakah mimpi kita sebaiknya mimpi yang sama sekali berada diluar pekerjaan kita yang sekarang, atau yang ada hubungannya dengan pekerjaan kita yang sekarang. Bagi saya, tentu saja akan memilih mimpi yang berhubungan dengan pekerjaan saya yang sekarang, misalnya menjadi ahli dalam bidang yang saat ini sedang saya geluti. Untuk menjadi ahli dalam bidang yang saat ini sedang kita geluti pasti akan lebih mudah dibandingkan dengan memimpikan sesuatu yang baru, karena bagaimanapun juga kita telah memiliki dasar pemahaman yang cukup, dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas kita, kita punya kesempatan untuk mendalaminya melalui praktek pekerjaan, dan sebagainya.
Mungkin orang akan berdalih bahwa pekerjaannya saat ini tidak mempunyai prospek. Menurut saya, tidak ada keahlian dalam suatu bidang pekerjaan yang tidak mempunyai prospek. Sebagai contoh, kalau saat ini kita bekerja sebagai mandor (pengawas) disebuah pabrik yang memproduksi barang tertentu, kita bisa mendalami masalah menejemen organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan sumberdaya manusia. Dengan meningkatnya keahlian kita, tentunya perusahaan akan memanfaatkan keahlian kita, dan hal ini berarti karier kita juga meningkat. Kalaupun setelah kita menjadi semakin ahli dalam bidang-bidang tersebut, tetapi perusahaan tetap tidak memanfaatkan keahlian kita, maka kita bisa memanfaatkan keahlian kita sebagai penulis, sebagai pelatih (banyak perusahaan yang membutuhkan pelatih-pelatih handal untuk pegawainya) dan lain-lain. Dalam hal ini kita akan menjadi pelatih yang handal, karena kita tidak hanya ahli didalam teori, tetapi juga memiliki segudang pengalaman dalam bidang tersebut.
Belajar sambil bekerja, apalagi dalam bentuk mengikuti kuliah-kuliah atau pelatihan-pelatihan khusus memang membutuhkan tenaga dan kemauan yang ekstra keras. Tetapi memang hanya dengan kerja keras dan kemauan keraslah mimpi kita dapat kita raih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar